Tata Cara Wudhu Dan Sebagainya Tentang Islam
| Berwudhu |
Berwudhu
Kegunaan Air Wudhu
Alat yang dipakai ialah air. Meskipun demikian, air yang digunakan untuk berwudhu' adalah air yang suci lagi menyucikan (pengertiannya?), iaitu: Air hujan, Air Sumur, Air Sungai, Air Laut, Air dari mata Air, Air Telaga, Air Danau, Air Ais, Air Ledeng. Cara-caranya Berniat dalam hati bahawa berwudhu' untuk..., lalu:
Berwudhu' yang lebih sempurna Bila ingin berwudhu' lebih sempurna, yakni sempurna lahiriah dan sempurna pula dalam ganjaran, maka kerjakanlah tabahan-tambahannya dengan cara sebagai berikut: 1. Mulailah dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim... 2. Menghadaplah kearah kiblat 3. Usahakanlah berwudhu' dengan tidak meminta bantuan orang lain, seperti menimba, dan sebagainya. 4. Basuhlah jari-jari tangan dengan menyelat-nyelatinya. Dan bagi jari yang bercincin, jam atau perhiasan yang dipakai di jari-jari lainnya, bukalah perhiasan tersebut agar air dapat merata membasahi seluruh jari-jari. 5. Berkumur-kumur. 6. Masukkanlah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah kembali (istinsyaq). 7. Gosoklah gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan bau mulut yang kurang sedap. 8. Mulailah dengan anggota wudhu'yang sebelah kanan. 9. Ulangilah masing-masing sampai tiga kali (3X). 10. Ratakanlah air hingga membasahi seluruh anggota wudhu' 11. Ketika menyapu kepala, ratakan seluruhnya (letakkan ibu jari samping kiri dan kanan kepala, lalu putarlah telapak tangan dari depan ke belakang, kemudian kembali ke depan (cukup sekali). 12. Basuhlah telinga dengan memasukkan telunjuk ke lubang telinga, ibu jari dibelakang telinga. 13. Bila selesai berwudhu', hadapkan muka ke arah kiblat dan berdoalah dengan membaca: Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin.14. Lakukanlah solat sunnat wudhu' dua raka'at. Hal-hal yang Membatalkan Wudhu' 1. Keluar sesuatu dari "dua pintu" belakang seperti buang angin (kentut), buang air besar atau kecil, haid atau nifas, dan sebaganya. 2. Hilang akal (kerana sakit, mabuk, gila dan sebagainya) . 3. Bersetubuh. |
| Tayammum |
|
"Manakala seorang muslim atau mukmin itu berwudhu, lalu ia
membasuh mukanya, maka keluarlah dari mukanya itu semua dosa yang dilihat
oleh matanya bersama air atau bersama titisan yang terakhir dari air.
Manakala ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah (terusir) semua dosa
yang tersentuh oleh kedua tangannya bersama air atau bersama-sama dengan
titisan terakhir dari air. Manakala ia membasuh kedua kakinya, maka sirnalah
semua dosa yang pernah dijalani oleh kakinya bersama air atau bersama
titisan air yang terakhir, sehingga keluar (selesailah) dalam keadaan bersih
dari dosa-dosa." (Hr Imam Muslim dari Abu Hurairah). Air Wudhu Wudhu merupakan salah satu ibadah yang khas yang dapat dipakai untuk solat, thawaf, hendak tidur, jalan keluar rumah, serta memelihara jiwa dan raga dari berbagai cacat. Wudhu dengan air bersih dan murni bererti meniti kosmetik tradisional dan anti biotik alamiah, kerana itu, Islam tidak membenarkan berwudhu dengan air musta'mal (air bekas dipakai), air buah-buahan, akar-akaran atau air yang sudah berubah sifat-sifatnya (warna, rasa dan baunya). Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahawa wudhu ialah membasuh muka, membasuh kedua tangan hingga dua siku, menyapu kepala, dan membasuh kaki hingga dua mata kaki yang diawali dengan niat dalam hati. Almarhum Buya Hamka, melalui bukunya "Lembaga Hidup" menulis tentang wudhu sbb: "Lima kali sekurang-kurangnya sehari semalam disuruh berwudhu dan solat. Dan meskipun wudhu belum lepas, sunnat pula memperbaharuinya. Oleh ahli tasawuf diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka, ertinya mencuci mata, hidung, mulut dan lidah, kalau-kalau tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata dan makan. Mencuci tangan dengan air, dalam hati dirasa seakan-akan membasuh tangan yang terlanjur berbuat salah. Membasuh kaki, dan lain-lain demikian pula. Mereka perbuat hikmat-hikmat itu, meskipun di dalam hadis dan dalil tidak bertemu, adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, padahal bathinnya masih tetap kotor. Hatinya masih khizit, loba, tamak, rakus, sehingga wudhunya lima kali sehari itu tidak berbekas diterima Allah, dan sembahyangnya tidak menjauhkan dari pada fahsya (keji) dan mungkar (dibenci)". Penulis "Lembaga Hidup" sengaja merangkaikan keutamaan wudhu dengan masalah kesehatan badan dan kebersihannya, lalu dihubungkan dengan sabda Nabi Muhammad s.a.w Tulisnya: "Bukan kita hidup mencari puji, bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga". Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w: "Perbaguslah pakaianmu, perbaiki tunggangan (kenderaan) mu, sehingga kamu laksana sebutir tahi lalat di tengah-tengah pipi, di dalam pergaulan dengan orang banyak". Allah s.w.t. menurunkan wahyu, memberi hidayah penuntun rohani dan jasmani agar keduanya tetap berfungsi dan terpelihara. Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah pergi ke kuburan, lalu memberi salam : "Assalamu'alaikum Dara Qaumin (perkampungan orang mukmin) dan Insya Allah kami akan menyusul kemudian, saya ingin benar melihat-lihat saudaraku." Berkata sahabat: "Bukankah kami ini adalah saudaramu ya Rasulullah? "Ya, kamu adalah sahabatku, dan saudara-saudaraku yang belum datang kini." Sahabat kembali bertanya: "Bagaimanakah engkau dapat mengenal mereka yang belum datang kini dari ummatmu ya Rasulullah?" Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bagaimana pendapatmu jika seorang mempunyai kuda belang putih muka dan kakinya, ditengah-tengah kuda yang semuanya hitam, tidakkah mudah mengenal kudanya?" Para sahabat menjawab : "Benar Ya Rasulullah." "Maka itu ummatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya sebagai bekas wudhu, dan saya akan membimbing mereka itu ke Haudh (Telaga Syafa'at)" Cahaya, Kebersihan dan Kehidupan Dalam air wudhu yang sakral terdapat cahaya, kebersihan dan kehidupan. Air bekas (mus'tamal) atau tersadur najis, akan menjadi sumber penyakit, buruk bagi fisik, kimia, maupun biologis. Islam pun melarang berwudhu dengan air yang demikian. Air sebagai keperluan vital kehidupan. Al-Qur'an memberi penjelasan bahawa kehidupan dimulai dari air, seperti disebutkan dalam firmannya: "Dan kami telah menciptakan segala sesuatu yang hidup itu dari air, apakah mereka belum mau juga beriman?" (Al-Anbiya:30). Hal-hal Yang Tidak Membatalkan Wudhu Banyak sekali perbuatan yang dikira orang membatalkan wudhu, padahal tidak. Misalnya, seorang pekerja yang berpalitan dengan oli dan minyak, mengira air wudhunya sudah rosak dan wudhunya batal, padahal tidak; sementara yang dianggap remeh ternyata justru membatalkan wudhunya. Beberapa hal yang tidak membatalkan wudhu antara lain: 1. Bersentuhan antara pria dan wanita, sudah dewasa, tanpa lapis, selama tidak mengandung niat yang nafsu dan tak senonoh. Dalam suatu hadis disebutkan: "Aisyah r.a. berkata: Suatu malam aku kehilangan Rasulullah s.a.w. dari tempat tidurku, maka terabalah oleh telapak tanganku pada kedua telapak kakinya yang keduanya dalam keadaan berdiri; dan Rasulullah s.a.w. sedang sujud sambil membaca: Allaahumma innii a'udzu biridhaaka, min sakhatika, wa a'uudzu bimu' aafaatika min uquubatika, wa a'uudzu bika minka laa uhshiitsanaa'an 'alaika anta kamaa atsnayta 'alaa nafsika." (HR Muslim dan At Turmuzy). Yang erti doanya: "Ya Allah, aku berlindung dengan ridhaMu dari murkaMu, berlindung dibawah naunganMu; ringkasnya aku berlindung kepadaMu daripadaMu. Tiada terhitung puja-pujiku untukMu. Engkau sebagaimana pujianMu atas diriMu sendiri." "Aku tidur dihadapan Rasulullah s.a.w., sedang kakiku berada di arah kiblat. Maka apabila Ia sujud, dirabanya aku dan dipegangnya kakiku". Sementara dalam lafazh yang lain disebutkan :"Maka jika ia akan sujud, kakiku, dirabanya". (HR Bukhary dan Muslim, sumber Aisyah) 2. Keluar darah dari tempat yang lazim, seperti luka, bukan dari qubul atau dubur. 3. Kerana muntah 4. Kerana makan minum. Seperti disebutkan dalam hadits nabi: "Manimunah r.a. berkata: "Rasulullah s.a.w. telah makan di rumahnya dengan panggangan kambing, kemudian Rasulullah s.a.w. langsung solat tanpa memperbaharui wudhu." (HR Bukhary dan Muslim). 5. Terkena segala jenis najis atau kotoran lainnya. Najis tidak menghilangkan wudhu', hanya dia cukup dibersihkan saja. 6. Tersentuh kemaluan tanpa maksud yang lain. Seperti disebutkan dalam hadis: "Bahawa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.a.w. tentang orang yang menyentuh kemaluannya, apakah ia wajib berwudhu? Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak, dia adalah sebagian dari tubuhmu sendiri". (HR Lima Ahli Hadits) Perosak Tayammum Tayammum merupakan pengganti wudhu atau mandi. Kerana itu, ia boleh rosak atau batal apabila : 1. Langsung melihat air dan dapat menggunakannya (khusus bagi mereka yang bertayammum kerana tidak ada air). 2. Segala sesuatu yang membatalkan wudhu'. Hal-hal lain yang perlu diketahui ialah: 1. Satu kali tayammum dapat digunakan untuk beberapa solat atau thawaf, baik yang wajib maupun yang sunat. 2. Apabila mendapatkan air, padahal solat sudah dikerjakan dengan tayammum, maka solatnya tidak perlu diulangi lagi. |
| Tatacara Shalat |
| Solat Wajib dan Praktiknya |
|
Syarat-syarat Sah
Solat
Apabila kita sudah mempunyai air wudhu bererti kita sudah
siap untuk mengerjakan solat. Kita boleh solat dimana saja asalkan di
tempat suci. Suci disini maksudnya adalah tidak bernajis. Boleh menggunakan
alas seperti sajadah atau apa saja yang bersih, sekalipun tidak memakai alas
sama sekali, seperti di atas bumi. Meskipun demikian, yang
penting dipersiapkan sebagai persyaratan shalat ialah:
|
Label:
Ilmu Islam
Menjaga Kulit Muka
Tak ada orang yang mukanya tak ingin berseri seri terjada dan terawat dengan bersih. karena muka yang bersih menambah kepercayaan diri kita Kulit muka
yang tak dijaga dengan baik menyebabkan proses penuaan berlaku lebih
awal daripada sepatutnya. Begitu juga dengan kulit yang aktif. Sebab
anda kerap menegangkannya tetapi tak membersihkannya dengan sempurna,
tak gunakan pelembab serta sering terdedah kepada matahari.
Sebaliknya, kalau anda nak mengekalkan keremajaan kulit muka lebih lama, ikutilah 6 cara penjagaan muka berikut;
1. Minum air kosong sebanyak 8 - 10
gelas sehari untuk mengekalkan kelembapan kulit. Kalau nak minum lebih
daripada 10 gelas sehari pun boleh. :)
2. Sebelum tidur, basuh muka anda
dengan air bersih. Kotoran dan bakteria yang tak dibersihkan tu boleh
menyebabkan kulit berjerawat dan timbulnya garis penuaan pramatang.
3. Jangan lupa juga cuci muka anda
sebelum beriadah ataupun bersenam. Kalau berpeluh nanti, ia akan
mengurangkan jumlah kotoran serta bakteria yang terkumpul.
4. Amalkan 3 langkah penjagaan kulit
muka. Pertamanya, cuci muka dengan air suam dan gunakan pencuci yang
berasaskan glycerin. Lepas cuci muka, gunakan penyegar (toner) dan
disusuli dengan pelembap.
5. Pastikan anda melindungi kulit
daripada sinaran matahari sebaik mungkin. Gunakan krim pelindung
matahari SPF 15 bagi melindungi kulit terbakar dan masalah kedutan.
6. Akhir sekali, jika anda mengalami masalah kulit yang serius, berjumpalah dengan pakar kulit atau dermatologis. Dapatkan khidmat nasihat tentang apa yang patut anda buat.
Label:
Hidup Sehat
Niat Shalat Sunat & Shalat Fardhu Jum'at
Setelah adzan yang pertama selesai dikumandangkan, hendaklah dikerjakan shalat sunat 2 rakaat dengan niat:
USHALLII SUNNATAL JUMU'ATI RAK'ATAINI QABLIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA
artinya:
"aku niat shalat jum'at 2 rakaat sebelumnya, karena Allah ta'ala."
NIAT SHALAT FARDHU JUMA'AT
USHALLII FARDHAL JUMU'ATI RAK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN MA'MUUMAN LILLAHI TA'AALAA
artinya:
"aku niat shalat fardhu jum'at 2 rakaat menghadap kiblat mengikuti imam karena Allah ta'ala."
jika menjadi IMAM maka kata MA'MUUMAN di ganti menjadi IMAAMAN.
Jika shalat fardhu jum'at telah selesai dikerjakan, sebelum pulang hendaklah mengerjakan shalat sunat 2 rakaat, dengan niat:
USHALLI SUNNATAL JUMU'ATI RAK'ATAINI BA'DIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA
artinya:
"aku niat shalat sunat jum'at 2 rakaat sesudahnya, karena Allah ta'ala."
WIRID DAN DO'A SETELAH SHALAT FARDHU JUM'AT
Apabila shalat fardhu jum'at telah selesai dikerjakan, Maka setelah salam hendaklah membaca:
a. Surat Al-Fatihah 7x
b. Surat Al-Ikhlas 7x
c. Surat Al-Falaq 7x
d. Surat An-Anaas 7x.
setelah itu membaca doa ini:
ALLAAHUMMA YAA GHANIYYU YAA HAMIID YAA MUBDI'U YAA MU'IID, YAA RAHIIMU YAA WADUUD, AGHNINII BIHALAALIKA 'AN HARAAMIK, WA BITHAA'ATIKA 'AN MA'SHIYATIK WA BIFADHLIKA'AMAN SIWAAK.
artinya:
"wahai Allah! Yang maha kaya, yang maha terpuji, yang maha mengadakan, yang maha mengembalikan, yang maha pengasih, yang maha mengasihi. Berikanlah aku kekayaan dengan barang mu yang halal, jauh dari barang yang haram, dan dengan berbuat taat kepada-mu, jauh dari berbuat maksiat, dan dngan anugrah mu, jauh dari (meminta) kepada selain-mu."
Label:
Ilmu Islam
